Jumat, 17 Mei 2013

EKONOMI INTERNASIONAL



BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

 Perdagangan luar negeri atau perdagangan internasional merupakan perdagangan yang dilakukan oleh penduduk disuatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan   bersama. Penduduk yang dimaksud disini adalah individu satu dengan individu yang lain, antar individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Perdagangan luar negeri merupakan salah satu dari dua kekuatan ekonomi yang melatarbelakangi perekonomian Indonesia saat ini.

Dalam konteks perekonomian suatu negara, salah satu wacana yang menonjol adalah mengenai pertumbuhan ekonomi. Meskipun ada juga wacana lain mengenai pengangguran, inflasi atau kenaikan harga barang-barang secara bersamaan, kemiskinan, pemerataan pendapatan dan lain sebagainya. Pertumbuhan ekonomi menjadi penting dalam konteks perekonomian suatu negara karena dapat menjadi salah satu ukuran dari pertumbuhan atau pencapaian perekonomian bangsa tersebut, meskipun tidak bisa dinafikan ukuran-ukuran yang lain. Wijono (2005) menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator kemajuan pembangunan.

Salah satu hal yang dapat dijadikan motor penggerak bagi pertumbuhan adalah perdagangan internasional. Salvatore menyatakan bahwa perdagangan dapat menjadi mesin bagi pertumbuhan ( trade as engine of growth, Salvatore, 2004). Jika aktifitas perdagangan internasional adalah ekspor dan impor, maka salah satu dari komponen tersebut atau kedua-duanya dapat menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan. Tambunan (2005) menyatakan pada awal tahun 1980-an Indonesia menetapkan kebijakan yang berupa export promotion. Dengan demikian, kebijakan tersebut menjadikan ekspor sebagai motor penggerak bagi pertumbuhan.

Menurut saya pengaruh perdagangan internasional terhadap perekonomian dalam negri sangat berpengaruh besar , mengapa? Karena perdagangan internasional sangat lazim terjadi antara beberapa Negara  termasuk Negara kita , seperti yang sudah di sampaikan di atas perdagangan internasional sangat menunjang kesejahteraan dalam negri.

Maka dari pada itu Negara kita harus menjalin hubungan baik dengan Negara-negara lain yang berkembang untuk menambah kepercayaan Negara tersebut dalam menjalin kerjasama terutama dalam bidang perdagangan kususnya ekspor impor apapun yang bermanfaat dan berguna bagi kita , serta menguntungkan dari kedua belah pihak.

Pengaruh perdagangan internasional terasa pada harga, pendapatan nasional, dan tingkat kesempatan kerja negara-negara yang terlibat dalam perdagangan internasional tersebut. Ekspor akan meningkatkan permintaan masyarakat, yaitu jumlah barang dan jasa yang diinginkan masyarakat di dalam negeri. Sebaliknya, impor akan menurunkan permintaan masyarakat di dalam negeri. Permintaan masyarakat akan memengaruhi kesempatan kerja dan pendapatan nasional, dan di antara lain akan tergantung pada besarnya ekspor neto, yaitu selisih antara ekspor dan impor. Bila ekspor neto positif, berarti ekspor lebih besar daripada impor, kesempatan kerja dan pendapatan nasional cenderung akan naik. Besarnya ekspor neto sangat ditentukan oleh nilai kurs mata uang negara yang bersangkutan. Misalnya, nilai rupiah turun dibandingkan dengan dolar AS, harga barang ekspor dari Indonesia relatif akan lebih murah di AS, sehingga ekspor akan cenderung meningkat. Sebaliknya, harga barang-barang dari AS relatif menjadi mahal sehingga impor akan akan cenderung menurun. Dengan demikian, penurunan nilai kurs mata uang sendiri akan cenderung meningkatkan ekspor neto, demikian pula sebaliknya. Jadi, kegiatan serta kejadian internasional akan memengaruhi ekonomi dalam negeri, melalui pengaruh nilai kurs mata uang pada impor, ekspor, dan akhirnya permintaan masyarakat.

Itulah diatas sekilas tentang pengaruh perdagangan internasional terhadap perekonomian dalam negri , yang akan dibahas pada bab selanjutnya pada ,makalah ini.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Perdangangan Internasional

2.1.1 Pengertian Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP. Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun (lihat Jalur Sutra, Amber Road), dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong Industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.

2.1.2 Teori Perdagangan Internasional

Menurut Amir M.S., bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negeri, perdagangan internasional sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan tersebut antara lain disebabkan karena adanya batas-batas politik dan kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan, misalnya dengan adanya bea, tarif, atau quota barang impor.

Selain itu, kesulitan lainnya timbul karena adanya perbedaan budaya, bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, dan hukum dalam perdagangan.

Ada beberapa model perdagangan internasional diantaranya:

A.    Model Ricardian

Model Ricardian memfokuskan pada kelebihan komparatif dan mungkin merupakan konsep paling penting dalam teori pedagangan internasional. Dalam Sebuah model Ricardian, negara mengkhususkan dalam memproduksi apa yang mereka paling baik produksi. Tidak seperti model lainnya, rangka kerja model ini memprediksi dimana negara-negara akan menjadi spesialis secara penuh dibandingkan memproduksi bermacam barang komoditas. Juga, model Ricardian tidak secara langsung memasukan faktor pendukung, seperti jumlah relatif dari buruh dan modal dalam negara.

B.     Model Heckscher-Ohlin

Model Heckscgher-Ohlin dibuat sebagai alternatif dari model Ricardian dan dasar kelebihan komparatif. Mengesampingkan kompleksitasnya yang jauh lebih rumit model ini tidak membuktikan prediksi yang lebih akurat. Bagaimanapun, dari sebuah titik pandangan teoritis model tersebut tidak memberikan solusi yang elegan dengan memakai mekanisme harga neoklasikal kedalam teori perdagangan internasional.

Teori ini berpendapat bahwa pola dari perdagangan internasional ditentukan oleh perbedaan dalam faktor pendukung. Model ini memperkirakan kalau negara-negara akan mengekspor barang yang membuat penggunaan intensif dari faktor pemenuh kebutuhan dan akan mengimpor barang yang akan menggunakan faktor lokal yang langka secara intensif. Masalah empiris dengan model H-o, dikenal sebagai Pradoks Leotief, yang dibuka dalam uji empiris oleh Wassily Leontief yang menemukan bahwa Amerika Serikat lebih cenderung untuk mengekspor barang buruh intensif dibanding memiliki kecukupan modal.

C.    Faktor Spesifik

Dalam model ini, mobilitas buruh antara industri satu dan yang lain sangatlah mungkin ketika modal tidak bergerak antar industri pada satu masa pendek. Faktor spesifik merujuk ke pemberian yaitu dalam faktor spesifik jangka pendek dari produksi, seperti modal fisik, tidak secara mudah dipindahkan antar industri. Teori mensugestikan jika ada peningkatan dalam harga sebuah barang, pemilik dari faktor produksi spesifik ke barang tersebut akan untuk pada term sebenarnya. Sebagai tambahan, pemilik dari faktor produksi spesifik berlawanan (seperti buruh dan modal) cenderung memiliki agenda bertolak belakang ketika melobi untuk pengednalian atas imigrasi buruh. Hubungan sebaliknya, kedua pemilik keuntungan bagi pemodal dan buruh dalam kenyataan membentuk sebuah peningkatan dalam pemenuhan modal. Model ini ideal untuk industri tertentu. Model ini cocok untuk memahami distribusi pendapatan tetapi tidak untuk menentukan pola pedagangan. Jangan dipercaya,bohong tu.

D.    Model Gravitasi

Model gravitasi perdagangan menyajikan sebuah analisa yang lebih empiris dari pola perdagangan dibanding model yang lebih teoritis diatas. Model gravitasi, pada bentuk dasarnya, menerka perdagangan berdasarkan jarak antar negara dan interaksi antar negara dalam ukuran ekonominya. Model ini meniru hukum gravitasi Newton yang juga memperhitungkan jarak dan ukuran fisik di antara dua benda. Model ini telah terbukti menjadi kuat secara empiris oleh analisa ekonometri. Faktor lain seperti tingkat pendapatan, hubungan diplomatik, dan kebijakan perdagangan juga dimasukkan dalam versi lebih besar dari model ini.

2.2 Dampak Positif dan Negatif Terhadap Perekonomian Indonesia

Dibukanya suatu perekonomian Indonesia terhadap hubungan luar negeri mempunyai konsekuensi yang luas terhadap perekonomian dalam negeri. Konsekuensi ini mencakup aspek ekonomis maupun nonekonomis.

Dua konsekuensi penting dari perdagangan yaitu :

a.       Adanya manfaat perdagangan

b.      Adanya kecenderungan ke arah spesialisasi dalam produksi barang-barang yang memiliki keunggulan komparatif.

Setiap negara dalam melakukan perdagangan internasional akan mengalami dampak positif dan dampak negatif terhadap perekonomian negara itu sendiri. Sejauh mana pengaruh perekonomian negara tiap negara berbeda-beda.

2.2.1 Dampak positif dari perdagangan internasional antara lain :

     Kegiatan produksi dalam negeri menjadi meningkat secara kuantitas dan kualitas.
     Mendorong pertumbuhan ekonomi negara, pemerataan pendapatan masyarakat, dan stabilitas ekonomi nasional.
     Menambahkan devisa negara melalui bea masuk dan biaya lain atas ekspor dan impor.
    Mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam negeri, terutamadalam bidang sektor industri dengan munculnya teknologi baru dapat membantu dalam memproduksi barang lebih banyak dengan waktu yang singkat.
    Melalui impor, kebutuhan dalam negara dapat terpenuhi.
    Memperluas lapangan kerja dan kesempatan masyarakat untuk berkeja.
    Mempererat hubungan persaudaraan dan kerjasama antar negara.

2.2.2  Dampak negatif dari perdagangan internasional antara lain :

    Barang-barang produksi dalam negeri terganggu akibat masuknya barang impor yang dijual lebih murah dalam negeri yang menyebabkan industri dalam negeri mengalami kerugian besar.
     Munculnya ketergantungan dengan negara maju.
     Terjadinya persaingan yang tidak sehat, karena pengaruh perdagangan bebas.
     Bila tidak mampu bersaing maka pertumbuhan perekonomian negara akan semakin rendah dan bertambahnya pengangguran dalam negeri.

2.3 Aspek Ekonomis dan Non Ekonomis Perdagangan International

2.3.1 Aspek Ekonomis

Pengaruh ekonomis dari perdagangan luar negeri terhadap perekonomian dalam negeri

digolongkan menjadi 3 kelompok, yaitu:

       I.            Pengaruh-pengaruh pada konsumsi (consumption effects)

Pengaruh penting pada konsumsi masyarakat adalah bergesernya garis Consumption Possibility Frontier (CPF) ke atas (atau pendapatan rill). Ini berarti bahwa karena perdagangan, masyarakat bisa berkonsumsi dalam jumlah yang lebih besar daripada sebelum ada perdagangan. Ini sama saja dengan mengatakan bahwa pendapatan rill masyarakat, meningkat dengan adanya perdagangan.

Pengaruh utama dari perdagangan terhadap pola konsumsi ada 2 yaitu :

a)      Transformasi, yaitu proses pengubahan barang-barang dalam negeri menjadi barang-barang lain yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Konsep transformasi mencakup ;

1.      Transformasi melalui produksi

Yaitu memasukkkan sumber-sumber ekonomi (input) ke dalam pabrik-pabrik dan proses produksi lain untuk menghasilkan barang-barang akhir (output).

2.      Transformasi melalui perdagangan

Yaitu menukarkan suatu barang dengan barang lain yang lebih kita butuhkan. Keduanya akan mencapai hasil yang sama yaitu mengubah satu barang menjadi barang lain yang di anggap lebih bernilai atau lebih di butuhkan.

Dalam ekonomi, proses transformasi bagi masyarakat menjadi dua macam yaitu peroses produksi dan proses perdagangan atau pertukaran. Inilah sumber dari kenaikan pendapatan rill masyarakat dari perdagangan luar negri yaitu adanya kemungkinan yang lebih luas dan lebih menguntungkan untuk mentransfomasikan sumber-sumber ekonomi dalam negri menjadi barang-barang yang dibutuhkan masyarakat.

b)      Demonstration effects (pengaruh percontohan) yaitu pengaruh yang bersifat langsung dari perdagangan terhadap pola dan kecendrungan berkonsumsi masyarakat. Pengaruh ini bisa bersifat positif atau bersifat negatif. Demonstrasi efek yang bersifat positif adalah perubahan pola dan kecendrungan berkonsumsi yang mendorong kemauan untuk berproduksi lebih besar. Demonstrasi efek yang bersifat negatif adalah apabila dibukanya hubungan dengan luar negri menimbulkan pola dan kebiasaan konsumsi asing yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan perekomian tersebut. Misalnya, masyarakat (dimulai dari golongan yang berpenghasilan tinggi) cendrung untuk meniru gaya dan kebiasaan hidup dan konsumsi dari negara-negara maju lewat “contoh-contoh” yang ditunjukan lewat media seperti film,refisi, majalah-majalah dan sebagainya. Akibatnya ada kecendrungan bagi masyarakat tersebut untuk berkonsumsi yang “berlebihan” (dilihat dari tahap perkembangan ekonomi dan kemampuan produksi masyarakat).

Menentukan apakah pengaruh positif lebih besar dari pengaruh negatif atau sebaliknya, adalah persoalan yang sulit. Singkatnya demonstration effects memang ada, tetapi apakah efek negatif atau efek positifnya yang lebih menonjol sulit untuk ditentukan secara umum. Ini tergantung dari situasinya kasus demi kasus.

    II.            Pengaruh-pengaruh pada produksi (production effects)

Perdagangan luar negeri mempunyai pengaruh yang kompleks terhadap sektor produksi  di dalam negeri. Secara umum ada empat pengaruh, yaitu ;

1.      Spesialisasi produksi

Kita telah melihat bahwa perdagangan internasional mendorong masing-masing negara ke arah spesialisasi dalam produksi barang dimana negara tersebut memiliki keunggulan komparatifnya. Namun spesialisasi itu sendiri tidak membawa manfaat kecuali apabila disertai kemungkinan menukarkan hasil produksinya dengan barang-barang lain yang dibutuhkan. Spesialisasi plus perdagangan bisa meningkatkan pendapatan rill masyarakat, tetapi spesialisasi tanpa perdagangan mungkin justru menurunkan pendapatan rill dan kesejahteraan masyarakat.

Ada tiga keadaan yang membuat spesialisasi dan perdagangan tidak selalu bermanfaat bagi suatu Negara. Keadaan ini adalah :

a.       Ketidakstabilan pasar luar negeri

b.      Keamanan nasional

c.       Dualisme

2.      Kenaikan “investasi surplus”

Perdagangan meningkatkan pendapatan rill masyarakat. Dengan pendapatan rill yang tinggi berarti negara tersebut mampu untuk menyisikan dan sumber-sumber ekonomi yang lebih besar bagi investasi. Investasi yang lebih tinggi berarti laju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Jadi perdagangan bisa mendorong laju pertumbuhan ekonomi.

Ada tiga hal mengenai pengaruh perdagangan internasional yaitu :

a.       Harus mengetahui berapa dari manfaat perdagangan yang diterima oleh negara tersebut dan  berapa yang diterima oleh negara asing yang memiliki faktor produksi. Dengan kata lain yang lebih penting adalah berapa kenaikan GNP, bukan kenaikan GDP yang ditimbulkan oleh adanya perdagangan.

b.      Harus mengetahui berapa dari kenaikan pendapatan rill. Dari segi pertumbuhan ekonomi yang penting adalah kenaikan investasi dalam negeri dan bukan hanya investibel surplusnya.

c.       Harus dapat membedakan perumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi

3.      “Vent for Surplus”

Konsep ini aslinya berasal dari adam smith. Menurut smith perdaganagan luar negeri membuka daerah pasar baru yang lebih luas (vent) bagi hasil produksi dalam negeri, sehingga sumber-sumber ekonomi yang belum semua dimanfaatkan  (surplus) bias dimanfaatkan.

Dimasa sekarang sumber-sumber ekonomi yang belum dimaanfaatkan kebanyakan tidak lagi berupa tanah-tanah pertanaian (meskipun kadang-kadang masih demikian), tetapi berupa sumber-sumber alam (khususnya, energi) dan kadang-kadang juga tenaga kerja yang berlimpah dan murah.

4.      Peningkatan Produktivitas

Pengaruh yang sangat penting dari perdagangan luar negri terhadap sektor produksi adalah berupa peningkatan produktifitas dan efisien. Pada umumnya ada tiga sumber utama dari peningkatan produktifitas dan efisiensi yang ditimbulkan oleh adanya perdagangan luar negri, yaitu :

a.       Economies of scale

Adalah bahwa dengan makin luasnya pasaran, produksi bisa diperbesar dan dilakukan dengan cara lebih murah dan efisien.

b.      Teknologi baru

Bentuk yang langsung dari penyebaran teknologi ini adalah apabila dengan dibukanya hubungan dengan luar negri, suatu negara bisa mengimpor barang (mesin) yang bisa meningkatkan produktifitasnya didalam negeri. Bentuk penyebaran teknologi yang bersifat tidak langsung tetapi yang sering kali justru sangat penting, adalah apabila para konsumen dalam negeri memperoleh pengetahuan mengenai produk-produk baru, cara-cara efisien dalam produksi, pemasaran dan manajemen perusahaan pada umumnya, semangat dan motifasi baru untuk melakukan inovasi dan sebagainya.

c.       Rangsangan persaingan

Dalam hal ini dibukanya perdaganagan mempunyai pengaruh yang serupa dengan masuknya peruahaan-perusahaan baru yang lebih efisien kedalam sektor tersebut jadi perdaganagan luar negri bisa meningkatakan efisiensi suatu sektor melalui peningkatan persaingan. Dalam peraktik, apabila keadaan seperti itu terjadi maka bisa diharapkan bahwa perusahaan monopoli yang merasaa bahwa kelangsungan hidupnya dibahayakan tersebut akan berusaha sekuat tenaga untuk menghalang-halangi mengalirnya barang-barang dari luar negri, misalnya dengan menuntut pengenaan bea masuk yang tinggi. Hal yang penting untuk dicatat mengenai kemungkinan peningkatan produktifitas (efisiensi) melalu hubungan internasional ini.

Diantara ketiga sumber peningkatan produktifitas yaitu ekonomies of scale, teknologi baru dan rangsangan persaingan, satu telah mendapatkan penekanan dan perhatian khusus dari negara-negara sedang berkembang. Sumber ini adalah: teknologi baru.

 III.            Pengaruh-pengaruh pada distribusi pendapatan masyarakat (distribution effects)

Ada dua sudut pandang mengenai pengaruh hubungan ekonomi internasional terhadap distribusi pendapatan, yaitu :

1.      Pendapat kaum neoklasik

Kaum neoklasik mengatakan hubungan luar negri mempengaruhi distribusi pendapatan lewat dua saluran utama, yaitu slauran perdagangan dan saluran aliran modal. Satu kesimpulan penting dalam model ini adalah bahwa suatau negara cenderung bersepesialisasi dalam barang-barang yang mengundangkan faktor produksi yang tersedia relatif lebih banyak didalam negeri

2.      Pendapat kaum anti Neoklasik

Mengatakan bahwa perdagangan bebas dan penanaman modal asing justru meningkatkan ketimpangan distribusi pendapatan didalam suatu Negara maupun antarnegara.

2.3.2 Aspek Non Ekonomis

Aspek ekonomi hanyalah salah satu aspek dari hubungan internasional meskipun mungkin merupakan aspek yang sangat penting, kalau tidak yang paling penting. Oleh sebab itu bentuk dan pola hubungan luar negeri yang baik bagi suatu negara tidak bisa ditentukan oleh para ekonom saja. Kebijaksanaan luar negri yang baik adalah apabila terdpat sinkronisasi (keterkaitan) dan keseimbangan antara aspek ekonominya dan aspek-aspek lain seperti, aspek kultular,aspek politik,dan aspek militer. Pengaruh pembukaan hubungan luar negri terhadap kebudayaan terhadap kehidupan politik dan strategi militer bagi negara adalah sangatlah luas dan komplek. Oleh sebab itu bukanlah suatu pelanggaran etika propesi apabila ekonom juga ikut berbicara mengenai aspek ekonomis dari kebijaksanaan luar negri, politik luar negri, dan strategi militer luar negeri.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari penjabaran pada bab-bab sebelumnya dapat saya simpulkan , pengaruh perdagangan internasional bagi perekonomian dalam negeri sangat berpengaruh besar bagi pertumbuhan ekonomi dalam negeri, dan pemerintah harus merespon serta memperhatikan lebih akan kerjasama yang terjadi antarnegara tersebut , agar terjalin dengan tentram dan damai dan tidak terjadi hal-hal atau resiko yang tidak di inginkan antara kedua belah pihak yang menjalin hubungan kerja sama , kerja sama tersebut terjadi menurut saya disebabkan oleh factor-faktor antara lain sebagai berikut

      Perbedaan sumber daya alam

Sumber daya alam yang dimiliki oleh setiap negara berbeda-beda baik dari segi jenis dan jumlahnya. Ada negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun ada juga negara yang memiliki sedikit sumber daya alam. Contohnya Indonesia kaya akan sumber daya alam berupa bahan baku, namun negara Arab Saudi sedikit menghasilkan bahan baku untuk industri, padahal kebutuhan mereka akan bahan baku sangat besar. Dengan demikian negara-negara yang sedikit menghasilkan bahan baku akan melakukan kerja sama dengan negara yang kaya akan bahan baku industri, dengan tujuan agar kebutuhan bahan baku dapat terpenuhi.

      Perbedaan iklim dan kesuburan tanah

Perbedaan iklim dan kesuburan tanah antara satu negara dengan negara lain akan menyebabkan perbedaan jenis tanaman. Misalnya Indonesia dan beberapa negara lainnya yang beriklim tropis, curah hujan yang tinggi, dan lahan yang subur akan menghasilkan padi, kopi, teh, karet, dan sebagainya. Sedangkan negara-negara seperti di Eropa yang beriklim sedang tidak cocok untuk jenis tanaman tersebut, sehingga mereka harus memperolehnya dari negara-negara tropis.

      Perbedaan ilmu pengetahuan dan teknologi

Kemampuan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan antara satu negara dengan negara lain tidak sama. Negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa Barat,dan Jerman memiliki kemampuan dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dibandingkan negara-negara berkembang seperti di Afrika dan sebagian Asia. Adanya perbedaan tersebut, negara-negara berkembang dapat melakukan kerja sama dengan negara-negara maju. Dengan demikian negara-negara berkembang dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologinya.

      Perbedaan ideology

Perbedaan ideologi antarsuatu wilayah negara dengan negara lain dapat memicu konflik antarnegara bahkan menjadi konflik internasional. Untuk meredakan konflik atau ketegangan perlu adanya kerja sama, sehingga tidak memperbesar konflik yang telah ada. Misalnya negara seperti Hongkong yang memisahkan diri dengan RRC yang berideologi komunis, memerlukan kerja sama dalam bidang politik dengan negara yang berideologi liberal seperti Amerika Serikat. Hal ini perlu dilakukan agar masalah-masalah yang timbul dapat diselesaikan di meja perundingan.

B. Saran

Saran kita sebagai mahasiswa ilmu ekonomi studi pembangunan universitas mataram, untuk menjalin hubungan kerja sama dalam hal perdagangan internasional tersebut adalah sebagai berikut:

1.  Selalu menjaga hubungan kerja sama tersebut jika memang menguntungkan antara kedua beleh pihak

2.  Tingkatkan sumber daya manusia untuk menuju Negara yang berkembang

3.  Menciptakan inovasi-inovasi baru , untuk menguasai pasar.

Itulah  Saran kita mengenai pengaruh perdagangan internasional bagi perekonomian dalam negri, sekian dan terima kasih

DAFTAR PUSTAKA

daftar pustaka loe tulis sendiri ia dapet dari mana caaooowwww...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar